Tampilkan postingan dengan label Andi Narogong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Andi Narogong. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Mei 2013

e-KTP: Proyek Mega Korupsi Dan Suap Menyuap (Bag 3)


1. Eng ing eeng..kita lanjutkan Mafia e-KTP ya. (Lihat e-KTP: Proyek Mega Korupsi Dan Suap Menyuap Bagian 1 dan Bagian 2

Proyek KTP sangat sangat strategis. Saya sdh jelaskan 6 alasan strategisnya.

2. Ada lagi kegunaan atau manfaat utama e-KTP dalam rangka terwujudnya SIN yaitu : perhitungan yang akurat jumlah & komposisi rakyat > 17 tahun

3. Jumlah penduduk yang akurat sangat membantu penyusunan perencanaan pembangunan. Bukan seperti sekarang: jumlah penduduk tak jelas. Main taksir

4. Tapi cita-cita kita mewujudkan SIN itu kelihatannya bakal GAGAL TOTAL. Ada saja pihak yang mencoba menggagalkan untuk kepentingan pribadi/kelompoknya

5. Uang negara sudah habis 6.9 trilyun untuk proyek e-KTP ini. Hasilnya? Sangat mengecewakan. Kualitas rendah, target tidak tercapai, bocor, digandakan dst.

6. Mimpi rakyat Indonesia untuk dapat menggunakan 1 nomor induk kependudukan yang tertera pada e-KTP kemungkinan belum bisa terealisir

7. NIK yang ada di e-KTP rencananya akan dijadikan dasar dlm penerbitan Paspor, Surat Izin Mengemudi (SIM), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

8. ... Polis Asuransi, Sertifikat atas Hak Tanah dan penerbitan dokumen identitas lainnya sesuai Pasal 13 UU No. 23/ 2006 tentang Adminduk.

9. Saking strategis dan pentingnya proyek e-KTP dalam rangka wujudkan SIN, rencana ini selalu gagal dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya

10. Terlalu banyak orang/pihak yang tidak setuju/takut/merasa terancam dst. dengan pelaksanaan proyek e-KTP ini. Padahal kita sudah merdeka 68 tahun

11. Penentang utama e-KTP (SIN): pejabat-pejabat, politisi & konglomerat-konglomerat korup. Mafia perbankan, pencuci uang, penipu s/d tukang kawin ilegal

12. Oleh sebab itu, ditinjau dari political will-nya, bangsa Indonesia harus berterima kasih pada Presiden SBY yang komit mulai proyek ini

13. Namun, sungguh sayang beribu sayang. Kebijakan SBY yang sangat bagus ini lagi-lagi tidak diikuti dengan pengawasan dan penegakkan hukum. Sia-sia. Bahaya.

14. Sungguh bahaya jika e-KTP tersebut bisa digandakan secara ilegal. Pusat data mudah dijebol. Kualitas rendah. Dikorupsi lagi secara gila-gilaan!

15. Mengenai korupsi proyek e-KTP ini, saya tambahkan lagi untuk lengkapi informasi sebelumnya sbb:

16. Mirip dengan modus korupsi-korupsi Nazaruddin, anak emas SBY, Andi Narogong juga punya banyak perusahaan sebagai mesin uang korupsinya

Andi Narogong
Andi Narogong
17. Perusahan Andi N yang sering diikutsertakan pada tender proyek pemerintah, diantaranya PT Aditama, PT Lautan Mas dan PT Murakabi.

18. PT Murakabi adalah pemenang proyek pelayanan sertifikat tanah keliling di BPPN. Perusahaan ini juga mengikuti tender e-KTP tapi kalah

19, Konsorsium Murakabi memang sengaja dikalahkan untuk membunuh peluang Kojen sehingga memuluskan langkah L1 Solution

20. Kojen adalah perusahaan pembuat alat AFIS terbesar kedua di dunia. Handal, teruji & reputasi bagus. Kojen tergabung dalam Kons. Mukarabi

21. Disinilah kelicikan Andi Narogong. Kojen yang berstandar internasional digiring masuk Konsorsium Murakabi, untuk tujuan "dibunuh" by design

22. Kojen sengaja ditutup peluangnya oleh Andi Narogong untuk tangani IT dan security e-KTP, diduga karena beberapa alasan, yaitu:

22. Pertama: Harga. Sebagai perusahaan internasional terkemuka, pasti harga kojen lebih tinggi/mahal sehingga akan kurangi keuntungan Andi N cs

23. Kedua : SOP. Untuk mempertahankan kredibilitasnya, Kojen pasti ketat dan cerewet terhadap Standard Operating Procedure dalam kerjakan e-KTP

24. Jika itu terjadi, target waktu, penekanan biaya semaksimal mungkin akan sulit dilakukan oleh Andi N. cs. Laba pun berkurang.

25. Ketiga : jaminan kualitas dan security. Nah ini yang paling berbahaya jika "dimainkan" oleh Andi N. cs atas dasar pesanan atau perintah

26. Risiko terbesarnya adalah penerbitan e-KTP fiktif/ ganda/ aspal untuk tujuan politik utamanya sebagai penambah suara dalam pemilu/pilpres 2014

27. e-KTP aspal yang sdh diterbitkan dan sudah tercium sebanyak 9 juta eksemplar. Mungkin sekarang sudah naik berkali-kali lipat. Penerbitan e-KTP aspal dikebut

28. Atas perintah orang yang sangat berkuasa di negeri ini, penerbitan e-KTP aspal lebih diprioritaskan. Rakyat yang berhak malah diabaikan

29. Tujuannya adalah untuk mengamankan agar agenda sangat jahat ini terbongkar dan gagal. Harapan memenangkan pemilu/pilpres 2014 BUYAR!

30.Plus, Kons PNRI & andi cs jad punya alasan kuat untuk ajukan tambahan anggaran dan persetujuan penerbitan e-KTP untuk rakyat yang belum terima e-KTP

31. Diduga usulan dana tambahan oleh Mendagri ke Menkeu sesuai Surat Nomor 910/4715/SJ tgl 24 Nov 2011 sebesar 1,045 T penuh tipu muslihat

32. Celakanya, Menkeu langsung setujui dan cairkan permohonan anggaran tambahan tsb. Takut sama istana, khususnya sama Sudi Silalahi?

33. Dilanjutkan ga yaa? Info kian sensitif ..ngeriii...kita bahas saja dulu peran Andi Narogong di Murakabi yg diwakili adiknya: Vidi.

34. Vidi menjabat sebagai salah satu direktur di perusahaan. Selain Vidi, ada Irvan yang juga menjabat sebagai direktur PT. Murakabi itu

35. Irvan adalah adik ipar dari bendahara Partai Golkar Setya Novanto dari istrinya yang terbaru (atau yang termuda?) Hehehe

36. Sementara di jajaran komisaris, ada istri mantan Kapolri Sutanto dan mantan Dirlantas Mabes Polri Brigjend Pol. Yudi Susharyanto

37. Menurut Info dari senior kami yang mantan petinggi Republik, Murakabi dibentuk untuk menambah kesejahteraan Purn. dan Perwira Tinggi Polri

38. Namun beliau minta hal ini dikonfirmasi terlebih dahulu. Bisa saja sudah ada perubahaan susunan pengurus dan/atau tujuan perusahaan tersebut

39. Beliau juga sarankan kami tanyakan hal ini kepada Menhukham agar jangan sempat keliru karena terkait nama-nama pejabat tinggi negara

40. Namun satu hal yang paling penting adalah mencegah sekuat daya usaha agar PT. Murakabi jangan sampai dimanfaatkan untuk tujuan yang salah. Malu.

41. Beliau juga prihatin dan sesalkan melihat kenyataan masih banyak petinggi-petinggi negeri ini mau saja ditipu dan diperdaya oknum-oknum yg umumnya WNI Keturunan

42. Apalagi jika nama-nama besar petinggi negara atau eks pejabat tinggi negara dimanfaatkan untuk merusak proyek yang sangat strategis seperti e-KTP

43. Kembali ke ANDI Narogong alias Ignatius alias Agustinus. Dia pakai ruko Graha Mas Fatmawati Blok B no 33-35 sbg Pusat operasionalnya

44. Seluruh data tender disimpan disini. Kalau KPK berani usut, ayo geledah. Kalau takut ya NETEK aja sama PSK di Mangga Besar sana!

45. Di kantor ini juga, Andi cs siapkan strategi kemenangan semua tender proyek pemerintah. Ruko 3 lantai ini jadi Pusat Komando Bisnisnya

46. Chief of staff nya alias Pengelola tempat ini adalah kakak ipar Andi yang bernama Yanti

47. Namun setelah Mafia Demokrat Nazaruddin "bernyanyi", patut diduga sebagian data-data di tempat itu langsung dimusnahkan/dipindahkan

48. Info tim lapangan: sebagian data dipindah ke rumah Andi di Kota Wisata Cibubur. Sebagian lagi ke suatu tempat yang blm bisa kami ungkap. OTR.

49. Selama @KPK_RI @MabesPolri @KejagungRI @SBYudhoyono @Dipoalam49 dst dst masih buta tuli lihat korupsi besar ini, ya untuk apa kami capek-capek

50. Mending rehat dulu, liburan sama keluarga, sembari berdoa semoga tuhan tidak HUKUM bangsa ini dengan sinar mataNYA yg lebih tajam dari matahari. Amin





e-KTP: Proyek Mega Korupsi Dan Suap Menyuap (Bag 2)


e-ktp
Lanjutan dari e-KTP: Proyek Mega Korupsi Dan Suap Menyuap (Bag 1)

1. Eng ing eeng…KORUPSI e-KTP. Banyak diungkap tapi tak pernah diusut. Kenapa oh kenapa negeriku takluk sama Mafia ? @dipoalam49 @KPK_RI

2. Siapa sebenarnya otak dari korupsi e-KTP ini ? Diduga adalah Andi Narogong alias Andi Ignatius. Siapakah dia? Kita sudah bahas sekilas tadi 

3. Kita bahas dulu latar belakang yg menyelimuti proyek raksasa dan strategis ini. Anggaranya 5.8 Triliun dan ditambah lagi puluhan M

4. Untuk mendapatkan pemahaman yang jelas dan lengkap…kita mundur sedikit ke belakang …

5. Pada Kamis 8 September 2011, tersangka kasus wisma atlet SEA Games, M Nazaruddin, menuding Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah menerima uang darinya

6. Uang suap tersebut berkaitan dengan proyek pengadaan baju hansip dan KTP elektronik atau e-KTP di Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri)

7. Nilai 2 proyek itu Rp 7 triliun. Saat diwawancara Iwan P. via Skype di masa buron, 19 Juli 2011, Nazaruddin juga sebutkan hal yang sama

8. Sesuai pengakuan Nazar Pada 2010 lalu, Chandra Hamzah dan Raharja deputi penindakan KPK ada 2 kali melakukan transaksi dengan dirinya

9. Kedua Proyek tersebut sedang diperiksa awal oleh KPK. Namun kontraktornya, Andi lobi & suap Chandra agar KPK mengamankan kedua proyek itu

10. Saat ditelusuri, nama Andi yang dimaksudkan oleh Nazaruddin adalah Andi Agustinus alias Andi Narogong (AN) (Hp. No. 081299555**)

11. AN adalah pengusaha di balik tender proyek-proyek pemerintah. Termasuk e-KTP & baju hansip di Kemendagri. Dugaan korupsi sudah banyak dibahas

12. Dugaan Korupsi Baju Hansip yang rugikan negara Rp 231 M sudah diungkap teman kita @boris_malau >> http://t.co/YKZOcyeai0 cc @Dipoalam49

13. Tapi detik ini dugaan korupsi proyek baju hansip itu tidak pernah diusut @KPK_RI. Kenapa? Apakah karena ada indikasi eks pimpinan KPK terlibat?

14. Nah, jika korupsi proyek baju hansip yang hanya rugikan negara 231 M saja tidak mau diusut KPK, bagaimana mungkin proyek raksasa e-KTP bakal diusut?

15. Sejujurnya kita harus mengakui bahwa KPK jilid 3 ini adalah yang terjelek sepanjang sejarah KPK di Republik ini. KPK jadi “ayam sayur”

16. Nah, untuk proyek Baju Hansip 2009 yang telan uang negara Rp 400 miliar, AN meraup untung min Rp 120 M setelah dibagi-bagi ke pihak-pihak terkait

17. Pihak yang paling banyak terima setoran suap AN adalah para anggota DPR, utamanya komisi II dan Banggar DPR. Hampir semua dapat 1-2 M

18. Tentu saja ada pihak tertentu yang dapat lebih besar, yaitu para “ketua” dan pejabat eselon I dan II di Kemendagri. Lebih 100 M disebar

18. Atas “prestasi bagus” di Proyek Baju Hansip itu, hub dia dengan anggota-anggota DPR jadi sangat baik. AN pun berhasil golkan anggaran utk e-KTP

20. Seperti biasa DPR minta fee 7 % dari nilai proyek itu. Tapi karena uangnya besar, disepakati suap itu dibayar kalau anggaran sudah cair

21. Bayangkan 7% x 6 triliun = Rp. 420 M yang harus dibayarkan AN kepada para anggota DPR dan Banggar. AN minta DPR bersabar dulu..'tunggu yaa hehe'

22. Kembali ke proyek Baju Hansip dulu…karena dari sini Proyek e-KTP dilahirkan.. Asal muasal KKN yang lebih besar di Proyek e-KTP

23. Nama Proyek ini sebenarnya : Pengadaan Barang Kelengkapan Perorangan Linmas Pengamanan Pemilu 2009 pada Dirjen Kesbangpol Kemendagri

24. Proyek itu terdiri dari 18 item paket dengan nilai Rp 560 miliar dari APBN Tahun 2009

25. Paket-paketnya: 5 paket pengadaan pakaian dinas lapangan Linmas yang masing-masing nilainya Rp 37.5 miliar

26. Plus 5 paket pengadaan sepatu dinas lapangan Linmas dengan nilai masing-masing Rp 38.2 milyar

27. Plus pengadaan topi lapangan Linmas Rp16.4 milyar, pengadaan ikat pinggang kecil Rp 27 M, pengadaan kaos kaki lapangan Rp 8.8 M

29. Plus lagi pengadaan T-Shirt Rp Rp 33 M, pengadaan pentungan rotan Rp 15.3 M dan pengadaan ban lengan Rp 8.8 M. Cukup? Beluuum hehe

30. Terakhir : pengadaan Kopelriem Rp 40 M dan pengadaan atribut Linmas Rp 8.3 M. Genaplah nilai total proyek Rp. 560 Milyar !

31. Meski sudah dilaporkan setahun yang lalu, korupsi proyek Baju Hansip dll itu belum masuk tahap penyelidikan di KPK. Apa sebab? Embuh!

32. Dengan modal keuntungan yang luar biasa besar, lebih 50%, AN Dkk (di DPR dan Kemendagri) dapat dengan mulus golkan Proyek E-KTP 6 Triliun

33. Biaya-biaya di depan yang harus dikeluarkan, dengan mudah ditunaikan. Jika jumlahnya terlalu besar kayak fee 7% untuk DPR tadi, diberikan komitmen

34. Itu sebab, meski nilai penawaran Konsorsium PNRI dimana AN cs ada di dalamnya, lebih tinggi ketimbang peserta lelang yang lain, PNRI menang

35. Kenapa bisa? Mudah saja, panitia lelang membocorkan info-info rahasia yang strategis kepada Andi Narogong cs ini (Kons PNRI) . Power of money!

36. Padahal selisih harga Konsorsium PNRI dengan konsorsium lain itu sekitar Rp. 1 triliun! PNRI bisa menang karena sudah bagi-bagi sebagian suap di depan

37. Lalu berapa sebenarnya harga yang wajar untuk proyek E-KTP ini?

38. Sesuai Konsultan Bank Dunia harga wajar proyek e-KTP : 1. ) Harga satuan unit lengkap e-KTP/ kecamatan + training 2 SDM = Rp. 56 juta

39. 2) Jumlah Investasi Nyata e-KTP seluruh wilayah Indonesia dan biaya Operasional = Rp. 2.8 Triliun

40. Artinya ada Ada selisih harga atau mark up sebesar lebih Rp. 3 Triliun dari Realisasi APBN sebesar Rp. 5.8 Triliun. Gilaaaak!!

41. Dengan total semua kecamatan di RI sebanyak 6.487 Kecamatan yang diajukan Kemendagri baru sebanyak 6.214 Kecamatan = 170 juta e-KTP

42. Kenapa indikasi kuat korupsi dengan modus mark up sebesar lebih Rp. 3 Triliun ini tidak diusut tuntas Kejagung dan KPK ? Emboh!!!

43. Di tengah-tengah pesta pora korupsi para Mafia tsb, eh Kemendagri ajukan tambahan anggaran utk 64.824.745 wajib KTP di 197 kab/kota

44. Usulan dana tambahan Kemendagri kepada Menteri Keuangan (Surat Nomor 910/4715/SJ tgl 24 Nov 2011), sebesar Rp. 1.045 Triliun ! Makjaaang

45. Semua anggaran utk Proyek e-KTP ini sudah dicairkan sesuai tahapan-tahapannya, kecuali 5% sebagai jaminan pemeliharan proyek.

46. Artinya, uang sebanyak Rp. 6.9 Triliun sudah keluar dari kas negara. Apa hasilnya? Saya dan sebagian dari anda belum menerima e-KTP!

47. Bagi teman-teman yang sudah terima e-KTP ini, sekarang juga diliputi kebingungan karena KTP nya tdk boleh difotokopi berkali-kali. Kenapa? Kualitas rendah?

48. Masalah utama e-KTP ini bukan pada kualitasnya yang rendah. Bukan juga pada kegagalan target 100% rakyat wajib KTP yang blm terpenuhi. BUKAN

49. Tapi pada ancaman kegagalan terwujudnya SIN (Single Identification Number), belasan juta e-KTP aspal/ganda, sistem IT yang hancur-hancuran & korupsi

50. Bagaimana info lengkapnya? Nanti dilanjutkan lagi. Pelan-pelan. Dari tadi sudah banyak telepon masuk ke kami sepanjang bahas Isu e-KTP ini. NGERII. MERDEKA !