Kamis, 16 Mei 2013

Bibit Samad Rianto, Dari Anak Pembuat BH Hingga Jenderal Polisi


By on 00.17

Judul asli: Cerita Dibalik Batalnya Bibit Rianto Menjadi Kapolri (Bag IV) oleh @TrioMacan2000. Bagian I, II, III bisa dibaca di artikel sebelumnya.

Bibit Samad Rianto
1. Eng ing eeng...kita bahas lagi BSR (Bibit Samad Rianto) mantan wakil ketua KPK. Sosok Polisi Super yang amanah, bersahaja, jujur dan tegas.
2. Kita sudah ungkapkan bagaiman BSR digagalkan jadi Kapolri saat Gus Dur jadi Presiden. Hanya karena tidak ada uang dan tak mau "beli" jabatan

3. Akibatnya fatal. Reformasi Polri yang seharusnya jadi pintu utama reformasi hukum, menjadi tertutup. Dampaknya kita rasakan sampai sekarang

4. Kita juga sudah ungkap bagaimana aksi BSR sebagai Kapolda, sikat semua mafia hutan dll, akibatnya dia hanya bertahan 11 bulan jadi Kapolda Kaltim

5. Kita juga sudah bahas bagaimana BSR difitnah hingga jadi TSK dalam sinetron "Cicak vs Buaya". Juga tentang kasih Allah padanya saat dia dizalimi

6. Kita sudah tahu bagaimana sikap BSR ketika tangani kasus Aulia Pohan (AP). Meskipun hati kecil tidak sependapat, AP harus ditersangkakan, dia patuhi UU

7. Kita juga tahu bagaimana BSR bersikap terhadap Rusdihardjo yang pernah khianati dia. BSR tidak larut, bahkan bisa menaklukan amarah dan dendam kesumat

8. Kita tahu bagaimana kehidupan pribadi BSR. Seorang Polisi yang baru bisa beli rumah pribadi type 36 di Tangerang setelah dia berpangkat Kolonel

9. Dan rumah type 36 yg jauh dari Ibukota itu pun dibelinya bukan dgn cash keras tapi kredit alias mencicil tiap bulan. Padahal dia Kol. Polisi

10. Ada kisah tentang sikapnya yang bijaksana. Suatu ketika istrinya memberitahu BSR bahwa ajudan telah membayarkan tagihan listrik rumah dinasnya

11. Mendengar itu, BSR tegur istrinya dengan lembut : "Bu, sebaiknya Ibu yang bayar tagihan listrik rumah ini. Kan kita yg menikmati listriknya?"

12. "Masak kita yg nikmati listrik tapi orang lain yang membayarkannya? Kalau Ibu lagi tidak sempat, biar Bapak saja yang membayarnya" ujar BSR

13. Mendengar itu istrinya tersipu malu. Sejak itu, tidak pernah lagi tagihan listrik dibayar oleh ajudan. istri BSR sendiri yang bayar tiap bulan.

14. Dari berbagai testimoni atau kesaksian orang-orang yang kenal dengan BSR, rasanya sulit bagi kita untuk mencari sosok jenderal polisi seperti dia

15. Dgn jabatan yg pernah disandangnya : kapolres jakut, jakpus, waasrena, wakapolda Jatim, Kapolda Kaltim ..ini semua posisi basah. Empuk

16. Namun BSR tdk pernah ambil untung, korupsi, terima suap, rugikan negara dalam setiap jabatan yang diembannya. Dia konsisten sampai saat ini

17. Ketika dia jadi pimpinan KPK jilid 2 bersama Antasari Azhar sebagai ketua KPK, BSR mampu bawa KPK ditakuti oleh para koruptor. KPK berprestasi

18. KPK jilid 2 mencatat sejarah bagaimana hukum ditegakan secara tegas dan adil. Tidak pandang bulu. Mantan Kapolri, jenderal2 TNI dll masuk bui

19. Kelemahan KPK jilid 2 adalah ketika serangan balik Nazar menghantam kredibilitas pimp KPK. Dengan kekuatan opini, KPK limbung dihajar Nazar

20. Saat itu Nazar cs punya kepentingan besar agar kredibilitas KPK hancur sehingga kasus-kasusnya bisa dialihkan ke polisi atau kejaksaaan

21. Rakyat kita yang tidak begitu paham hukum, langsung saja menganggap apa yang diucapkan Nazar tersebut adalah benar. Padahal konteks waktunya berbeda

22. Setelah antasari ditahan, dan jabatan ketua KPK dijabat secara kolegial, KPK dilemahkan lagi dengan manuver-manuver  oknum-oknum tertentu termasuk Susno.

23. Kasus Cicak Vs Buaya, dimana kabareskrim Susno dianggap off side karena menetapkan Bibit dan Chandra sebagai tersangka. Publik pun meradang

24. Hampir saja KPK lumpuh. Bayangkan saja, semua pimpinannya dijerat kasus yang dipaksakan. Untung SBY turun tangan dan KPK pun terselamatkan

25. Siapa sebenarnya BSR ini? Kenapa beliau memiliki integritas yang bagus. Dinilai sebagai pimpinan polisi terbersih dijamannya? Ada kisah lucunya

26. BSR ini berasal dari Kediri, Jawa Timur. Semasa kecil dia malah sangat benci pada polisi. Ayahnya adalah seorang penjahit BH/kutang

26. BH atau Kutang yang dibuat bapaknya lalu dijual Ibunya di Pasar. Setiap hari BSR yang mendorong gerobak jualan Ibunya dari rumah ke Pasar

27. Sering sekali ketika mendorong gerobak jualan tersebut, dirinya digoda /diganggu seorang polisi Kediri. Kadang pantatnya ditendang polisi itu

28. Gangguan polisi itu tdk melihat waktu dan tempat. Pokoknya suka usil dan mengganggu BSR. Bahkan sedang bermain kelereng pun dia ditendang

29. Kalau sdh marah karena tidak tahan digangguin oleh polisi tsb, BSR suka teriak bhw nanti kalau sudah besar dia akan jadi polisi

30. Dia selalu teriak kalau aku jadi polisi semua polisi jahat di Kediri akan dia tangkap! Supaya tidak mengganggu orang-orang terutama anak-anak lagi

31. Lalu apakah BSR tamat SMA lantas masuk Polisi? Tidak. Dia malah masuk IKIP Kediri. Mau jadi guru. Siapa yang mengubah jalan nasibnya?

32. BSR punya seorang teman wanita. Dikatakan pacar sih tidak. Tapi keduanya saling suka. Gadis inilah yang selalu bujuk BSR masuk Polisi.

33. Akhirnya setelah setahun kuliah di IKIP Kediri, BSR melamar ke Akmil Pol. Sebab lainnya adalah karena keluarganya tidak mampu biaya kuliah.

34. Jadi, BSR masuk Polisi ya karena Kuliah di Akmil itu gratis, semua ditanggung negara. Eh dasar anak pintar, dia pun jadi taruna terbaik.

35. Itulah sebabnya dia bisa menduduki jabatan Kapolres di Jakut, Jakpus, wakapolda jatim dan Kapolda Kaltim. Sayang dia gagal jadi kapolri.

36. Kepada seorang senior, saya sampaikan bahwa kegagalan BSH menjadi Kapolri itu adalah blessing. Berkah. Bukti Tuhan sayang sama dia.

37. Mungkin saja, jika BSR jadi Kapolri, jangan-jangan dia tak mampu jaga integritas dan reputasinya. Mungkin saja dia terkontaminasi dengan sejuta alasan.

38. Komentar yang sama pernah kami sampaikan ke seorang senior ketika mantan Kapolda Jaya Noegroho Djajusman gagal dilantik jadi Kapolri

39. Ketika Megawati menjadi presiden gantikan Gus Dur, sebenarnya Mega mau tunjuk Noegroho jadi Kapolri. Namun tiba-tiba batal. Apa sebab?

40. Mirip dengan BSR, Nugroho Djajusman (ND) batal jadi Kapolri karena adanya pembisik-pembisik yang beri info keliru. Bisik ke Pres Mega bahwa ND adalah Polisi Islam Garis Keras

41. Pembisik Presiden Mega saat itu? Diantaranya Roy BB Janis cs. Akhirnya ND batal jadi Kapolri. Bedanya dgn BSR? ND diinfokan kegagalannya

42. Jika BSR tidak diinfokan apapun dan tiba-tiba presiden umumkan nama lain sebagai Kapolri, ND beruntung dikabarkan oleh seniornya jend Theo Sjafie

43. Kegagalan BSR jadi Kapolri itu ternyata tidak terekam dalam fikiran Gus Dur (GD). Dalam sebuah seminar, Gus Dur ketemu BSR. Eh GD ternyata lupa

44. Presiden Gus Dur masih menganggap bhw BSR adalah Kapolri yg dia tunjuk. Mungkin karena pengaruh sakitnya Gus Dur saat itu. Dia puji-puji BSR

45. Presiden Gus Dur puji BSR sebagai Kapolri yang terbaik. Peserta seminar bingung. Dan ketika diingatkan, Gus Dur malah bertanya: Lho kok bisa?

46. Ternyata dalam memori ingatan Gus Dur selama itu, dia merasa memiliki Kapolri yang bernama BSR, bukan Rusdihardjo ! Hehehe

47. "Lha jadi yang saya lantik jadi Kapolri kemaren itu bukan Bibit Samad Rianto ya ? Tanya Gus Dur. Peserta seminar pun tertawa terbahak2

48. Peserta seminar mungkin menganggap Presiden Gus Dur sedang bercanda. Guyon khas Gus Dur. Padahal Gus Dur serius bertanya dan terheran2 hehe

49. Itulah secuil kisah tentang sosok Bibit Samad Rianto. Polisi Indonesia yang seharusnya jadi teladan bagi seluruh anggota Bhayangkara.

50. Jika nanti kita ditanya: sebutkan contoh polisi jujur di Indoensia, kita jawab dgn penuh keyakinan : Hoegeng dan Bibit Samad R. MERDEKA !


Kicauan Politik

Melihat lebih cermat dari sudut pandang berbeda tanpa terbawa arus

2 komentar: